Dari Malang untuk Dunia, FIKES UMM Dorong Mahasiswa Tembus Kompetisi dan Inovasi Internasional
Malang – Komitmen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) dalam membangun budaya inovasi mahasiswa kembali menunjukkan hasil positif. Awal Juni 2026 menjadi momentum penting ketika mahasiswa Keperawatan UMM berhasil melangkah menuju final International Student Competition 2026 melalui inovasi yang berorientasi pada solusi kesehatan masyarakat. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tidak lagi hanya berfokus pada keterampilan klinis, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan kesehatan masa depan. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa fakultas terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam penelitian, kompetisi ilmiah, dan pengembangan inovasi yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. “Kami ingin mahasiswa memiliki keberanian untuk berkompetisi di tingkat global sekaligus mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi pelayanan kesehatan,” ujarnya. Budaya prestasi tersebut juga terlihat pada berbagai aktivitas kemahasiswaan di lingkungan FIKES UMM yang terus didorong untuk mengintegrasikan kreativitas, teknologi, dan pemecahan masalah kesehatan secara nyata. Ke depan, FIKES UMM menargetkan semakin banyak mahasiswa yang mampu membawa nama fakultas dan universitas pada forum internasional.
FIKES UMM Perkuat SDM dan Ekosistem Akademik untuk Menjadi Fakultas Kesehatan Berkelas Dunia
Malang – Pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ekosistem akademik menjadi fokus penting Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mewujudkan visi sebagai fakultas kesehatan unggul dan bereputasi internasional. Berbagai capaian selama Juni 2026 menunjukkan bahwa penguatan kualitas SDM berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan akademik dan fasilitas pendidikan. Peningkatan kompetensi dosen melalui pelatihan pedagogik, penguatan mutu program studi, serta pengembangan jejaring internasional menjadi bagian dari strategi besar yang sedang dijalankan fakultas. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, menjelaskan bahwa kualitas fakultas sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. “Investasi terbesar perguruan tinggi adalah pengembangan SDM. Karena itu, fakultas terus memberikan ruang bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan jejaring profesional,” ungkapnya. Menurutnya, penguatan SDM juga harus didukung oleh lingkungan akademik yang sehat, fasilitas yang memadai, dan budaya kerja yang kolaboratif. Melalui sinergi antara pimpinan fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, FIKES UMM terus bergerak menuju fakultas kesehatan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu kesehatan di tingkat global.