Kolaborasi FIKES UMM dan Fakultas Teknik Dorong Inovasi AI

Malang – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Menangkap peluang tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi AI untuk deteksi dini neuropati diabetik, yaitu komplikasi yang sering dialami oleh penderita diabetes melitus dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak terdeteksi sejak awal. Pengembangan riset ini melibatkan kolaborasi antara bidang kesehatan dan teknologi informasi dengan tujuan menghasilkan sistem skrining yang lebih cepat, mudah, dan akurat. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menjelaskan bahwa integrasi teknologi dan kesehatan menjadi salah satu arah pengembangan penelitian di masa depan. “Permasalahan kesehatan saat ini membutuhkan pendekatan yang inovatif. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan bidang teknologi memungkinkan lahirnya berbagai solusi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya. Selain pengembangan sistem deteksi dini neuropati diabetik, berbagai penelitian lain juga diarahkan pada pengembangan aplikasi kesehatan digital, pemantauan kondisi pasien secara real-time, serta pemanfaatan data kesehatan untuk mendukung pengambilan keputusan klinis. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, menilai bahwa kolaborasi lintas disiplin akan menjadi kunci pengembangan riset kesehatan di masa mendatang. “Kami ingin mahasiswa dan dosen terbiasa bekerja dalam tim multidisiplin karena banyak tantangan kesehatan modern yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu bidang ilmu,” jelasnya. Melalui penguatan riset berbasis teknologi, FIKES UMM berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan inovasi kesehatan yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, FIKES UMM terus membangun ekosistem penelitian yang mampu melahirkan solusi-solusi kesehatan masa depan sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak bagi bangsa.

FIKES UMM Ukir Prestasi di Rector Cup 2026, Mahasiswa Borong Juara dari Catur hingga Panahan

Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Rector Cup UMM 2026. Mahasiswa FIKES berhasil meraih sejumlah gelar juara dari berbagai cabang olahraga dan kompetisi yang dipertandingkan, membuktikan bahwa mahasiswa kesehatan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang nonakademik. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen FIKES UMM dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara holistik. Melalui berbagai program pembinaan kemahasiswaan, FIKES terus mendorong mahasiswanya untuk aktif mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan kepemimpinan, baik di tingkat universitas maupun tingkat nasional dan internasional. Pada ajang Rector Cup 2026, mahasiswa FIKES UMM berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi, yaitu: Juara 2 Catur: Moh. Yoen Rijalul Qur’an (Program Studi Farmasi) Juara 2 Badminton Tunggal Putri: Esa Yulienty (Program Studi Farmasi) Juara 3 Badminton Ganda Campuran: Muhammad Adi Sampurno dan Jasmine Khairunnisa Nur Fitria (Program Studi Fisioterapi) Silver Medal Kategori Barebow Putra JMAF (Panahan): M. Daffa’ Muhadzdzib Karim (Program Studi Farmasi) Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan keberagaman talenta mahasiswa FIKES yang mampu bersaing pada berbagai cabang kompetisi. Tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik di ruang kuliah dan laboratorium, mahasiswa FIKES juga membuktikan kemampuannya dalam bidang olahraga yang membutuhkan strategi, ketahanan mental, disiplin, dan kerja sama tim. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian para mahasiswa yang telah mengharumkan nama fakultas dalam ajang tahunan tersebut. “Prestasi yang diraih mahasiswa FIKES UMM dalam Rector Cup 2026 merupakan bukti bahwa pendidikan kesehatan tidak hanya membentuk kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mengembangkan karakter, sportivitas, kepemimpinan, serta kemampuan berkompetisi secara sehat. Kami sangat bangga atas perjuangan dan dedikasi mahasiswa yang telah membawa nama baik fakultas. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi sesuai bidang dan minat masing-masing,” ungkapnya. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten serta dukungan lingkungan akademik yang memberikan ruang bagi pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa FIKES UMM akan terus berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan lulusan unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I FIKES UMM, Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menilai bahwa pencapaian mahasiswa pada Rector Cup 2026 menunjukkan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik. “Mahasiswa kesehatan sering kali dihadapkan pada aktivitas akademik yang padat. Namun capaian ini membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik, mahasiswa tetap mampu mengembangkan minat dan bakatnya secara optimal. Prestasi yang diraih pada cabang catur, bulu tangkis, maupun panahan menunjukkan kualitas mahasiswa FIKES yang memiliki daya juang tinggi, disiplin, dan semangat kompetitif yang positif,” jelasnya. Ia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kompetisi di masa mendatang. Keberhasilan Moh. Yoen Rijalul Qur’an meraih Juara 2 cabang catur menjadi salah satu sorotan dalam kompetisi tersebut. Cabang olahraga yang dikenal membutuhkan kemampuan berpikir strategis, konsentrasi tinggi, serta ketenangan dalam mengambil keputusan itu berhasil menunjukkan kualitas intelektual mahasiswa Farmasi UMM yang mampu mengombinasikan kecerdasan akademik dengan kemampuan analisis di arena pertandingan. Sementara itu, pada cabang bulu tangkis, Esa Yulienty berhasil mempersembahkan Juara 2 kategori tunggal putri setelah melalui serangkaian pertandingan yang kompetitif. Di sektor ganda campuran, kolaborasi mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Muhammad Adi Sampurno dan Jasmine Khairunnisa Nur Fitria, juga berhasil meraih Juara 3 berkat kerja sama tim yang solid dan semangat pantang menyerah sepanjang pertandingan. Prestasi lainnya datang dari cabang panahan melalui M. Daffa’ Muhadzdzib Karim yang berhasil meraih medali perak pada kategori Barebow Putra JMAF. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa FIKES dalam menguasai olahraga yang membutuhkan ketepatan, fokus, kontrol emosi, dan konsistensi tinggi. Rector Cup sendiri merupakan salah satu ajang kompetisi bergengsi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang yang bertujuan mempererat silaturahmi antarmahasiswa sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat dan potensi mahasiswa dari berbagai fakultas. Kompetisi ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kolaborasi, dan budaya berprestasi di lingkungan kampus. Prestasi yang diraih mahasiswa FIKES UMM pada Rector Cup 2026 semakin memperkuat posisi fakultas sebagai salah satu fakultas yang tidak hanya unggul dalam pendidikan kesehatan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga aktif mendorong mahasiswa untuk berkembang secara multidimensional. Dengan semangat “Excellent Health Professionals”, FIKES UMM terus berkomitmen mencetak generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki karakter unggul, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dan berkompetisi di berbagai bidang. Keberhasilan pada Rector Cup 2026 menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa FIKES UMM mampu tampil sebagai insan akademik yang berprestasi, inspiratif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.