FIKES UMM Perkuat Kolaborasi Antarprodi, Hadirkan Pendidikan Kesehatan yang Integratif dan Berorientasi Masa Depan
Malang – Tantangan kesehatan modern semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan yang tidak lagi bersifat sektoral. Berbagai persoalan kesehatan masyarakat saat ini memerlukan kolaborasi lintas profesi agar pelayanan yang diberikan menjadi lebih komprehensif dan efektif. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat kolaborasi antarprogram studi sebagai bagian dari strategi pengembangan pendidikan kesehatan yang integratif. Sebagai rumah bagi Program Studi Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi, FIKES UMM memiliki keunggulan dalam mengembangkan pembelajaran multidisiplin yang memungkinkan mahasiswa memahami pentingnya kerja sama antarprofesi sejak masa pendidikan. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan modern tidak dapat dilakukan oleh satu profesi saja. “Pasien membutuhkan pelayanan yang komprehensif. Perawat, apoteker, fisioterapis, dokter, dan profesi kesehatan lainnya harus mampu bekerja sama dalam memberikan pelayanan terbaik. Karena itu, semangat kolaborasi perlu ditanamkan sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah,” ujarnya. Menurutnya, pendidikan kesehatan yang integratif akan menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan sistem pelayanan kesehatan. Membangun Pemahaman Antarprofesi Salah satu tantangan dalam dunia kesehatan adalah kurangnya pemahaman mengenai peran dan kontribusi masing-masing profesi. Melalui berbagai kegiatan akademik bersama, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar memahami bagaimana setiap profesi kesehatan memiliki peran yang saling melengkapi. Mahasiswa Keperawatan belajar memahami aspek farmakoterapi dan rehabilitasi pasien, mahasiswa Farmasi memahami kebutuhan pelayanan klinis secara lebih luas, sementara mahasiswa Fisioterapi memperoleh wawasan mengenai kolaborasi dalam proses perawatan dan pemulihan pasien. Pendekatan tersebut membantu mahasiswa membangun pola pikir kolaboratif yang sangat dibutuhkan dalam praktik profesional. Menghasilkan Solusi yang Lebih Komprehensif Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa kolaborasi antarprodi juga memberikan manfaat besar dalam pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Permasalahan kesehatan saat ini sangat kompleks sehingga membutuhkan pendekatan multidisiplin. Melalui kolaborasi antarprodi, kita dapat menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya. Berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian yang melibatkan dosen serta mahasiswa dari beberapa program studi telah menunjukkan bagaimana kolaborasi mampu menghasilkan inovasi yang lebih kuat dibandingkan pendekatan yang dilakukan secara terpisah. Menyiapkan Lulusan yang Adaptif Di tengah perubahan sistem kesehatan yang semakin cepat, kemampuan bekerja dalam tim menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan kesehatan. Karena itu, FIKES UMM terus mengembangkan berbagai program yang mendorong mahasiswa untuk belajar berkolaborasi, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah bersama. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menegaskan bahwa penguatan kolaborasi antarprodi merupakan bagian dari visi jangka panjang fakultas. “Kami ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan pelayanan kesehatan masa depan,” ungkapnya. Melalui semangat kolaborasi dan integrasi keilmuan, FIKES UMM terus memperkuat posisinya sebagai fakultas kesehatan yang berkomitmen menghasilkan lulusan profesional, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan kesehatan Indonesia.
Farmasi UMM Perkuat Budaya Publikasi dan Inovasi Obat Berbasis Bahan Alam untuk Mendukung Kemandirian Kesehatan Nasional
Malang – Perkembangan dunia kesehatan yang semakin dinamis menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga melahirkan inovasi yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat budaya penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan inovasi berbasis bahan alam sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional. Sebagai salah satu program studi unggulan di bawah naungan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM, Farmasi UMM memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan riset yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki nilai manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Farmasi UMM telah menghasilkan beragam inovasi, mulai dari eksplorasi bahan alam Indonesia, pengembangan formulasi sediaan farmasi, studi keamanan penggunaan obat, hingga pengembangan produk kesehatan yang berpotensi mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa pengembangan inovasi berbasis riset merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan pendidikan tinggi kesehatan. “Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Potensi tersebut harus dimanfaatkan secara ilmiah melalui penelitian yang berkualitas sehingga dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kemandirian bangsa di bidang kesehatan,” ujarnya. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjembatani potensi sumber daya alam dengan kebutuhan industri kesehatan dan masyarakat. Oleh karena itu, budaya penelitian harus terus diperkuat agar menghasilkan berbagai inovasi yang memiliki nilai tambah. Mengoptimalkan Potensi Bahan Alam Indonesia Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Berbagai tanaman herbal dan bahan alam yang tumbuh di berbagai daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas. Melalui berbagai penelitian yang dilakukan di lingkungan Farmasi UMM, potensi tersebut terus dieksplorasi secara ilmiah. Penelitian tidak hanya berfokus pada identifikasi kandungan aktif suatu tanaman, tetapi juga mencakup pengujian efektivitas, keamanan, formulasi produk, hingga peluang pengembangannya menjadi produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. Berbagai hasil penelitian tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki kontribusi penting dalam mendukung pengembangan industri farmasi nasional yang berbasis sumber daya lokal. Selain itu, penelitian berbasis bahan alam juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia sebagai salah satu kekuatan pembangunan sektor kesehatan di masa depan. Publikasi Ilmiah Sebagai Budaya Akademik Selain fokus pada inovasi produk, Farmasi UMM juga terus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa. Berbagai artikel hasil penelitian berhasil dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional sebagai bentuk diseminasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat akademik global. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan indikator penting dalam mengukur produktivitas akademik sebuah institusi pendidikan tinggi. “Penelitian yang baik harus dapat dipublikasikan sehingga hasilnya dapat dipelajari, dikembangkan, dan dimanfaatkan oleh pihak lain. Karena itu kami terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” jelasnya. Menurut Sendi, budaya publikasi tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa. Melalui proses publikasi, mahasiswa belajar berpikir sistematis, melakukan analisis ilmiah, serta menyampaikan hasil penelitian secara profesional. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai penelitian dosen juga menjadi salah satu strategi untuk menumbuhkan minat penelitian sejak dini. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Menyiapkan Apoteker dan Farmasis Masa Depan Perkembangan industri farmasi dan pelayanan kesehatan menuntut lulusan farmasi untuk memiliki kompetensi yang semakin kompleks. Selain menguasai ilmu kefarmasian, lulusan juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, regulasi, dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Karena itu, Farmasi UMM terus mengintegrasikan kegiatan penelitian dan inovasi ke dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui kegiatan laboratorium, penelitian, seminar ilmiah, dan berbagai kompetisi akademik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan profesi di masa depan. “Dunia farmasi saat ini berkembang sangat cepat. Kami ingin lulusan Farmasi UMM tidak hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pencipta inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambah Dr. Hidajah. Dukungan Infrastruktur dan SDM Berkualitas Keberhasilan pengembangan budaya riset tentu memerlukan dukungan fasilitas dan sumber daya manusia yang memadai. Untuk itu, FIKES UMM terus melakukan penguatan laboratorium, fasilitas penelitian, serta peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menegaskan bahwa investasi pada sarana dan SDM merupakan langkah penting dalam menjaga keberlanjutan budaya penelitian. “Kami berkomitmen menyediakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan penelitian dan inovasi. Penguatan laboratorium, peningkatan kompetensi dosen, serta penyediaan berbagai fasilitas akademik menjadi bagian dari upaya tersebut,” jelasnya. Menurut Henik, sinergi antara fasilitas yang memadai dan sumber daya manusia yang kompeten akan menciptakan ekosistem akademik yang produktif dan inovatif. Berkontribusi untuk Kesehatan Indonesia Melalui penguatan budaya riset, publikasi ilmiah, dan pengembangan inovasi berbasis bahan alam, Farmasi UMM terus menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional. Ke depan, berbagai program penelitian dan kolaborasi akan terus diperluas guna menghasilkan inovasi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kesehatan global. Sebagai bagian dari FIKES UMM, Program Studi Farmasi tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga berupaya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat riset dan inovasi yang terus tumbuh, Farmasi UMM optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan masa depan kesehatan Indonesia yang lebih mandiri, maju, dan berkelanjutan.