Sumpah Apoteker Angkatan XVI UMM: Dekan FIKES Tekankan Integritas, Keilmuan, dan Bakti kepada Orang Tua

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Ballroom Hotel Savana pada Rabu, 13 Mei 2026, dalam prosesi Sumpah Apoteker Angkatan XVI Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Momentum sakral tersebut menjadi penanda lahirnya para apoteker baru yang siap mengemban amanah profesi di tengah masyarakat dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan nilai kemanusiaan. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menegaskan bahwa prosesi pengambilan sumpah bukan sekadar seremoni akademik maupun acara formal biasa. Menurutnya, momen tersebut merupakan tonggak penting lahirnya tanggung jawab profesional sekaligus moral sebagai seorang apoteker. “Pengambilan sumpah apoteker ini bukan hanya sebuah seremonial akademik, tetapi merupakan tonggak lahirnya tanggung jawab profesional dan moral sebagai apoteker,” ungkapnya di hadapan para peserta sumpah, keluarga, dosen, dan tamu undangan. Beliau menekankan bahwa sumpah profesi tidak boleh berhenti hanya sebagai rangkaian kata yang diucapkan secara lisan. Lebih dari itu, sumpah harus menjadi nilai yang hidup dan diwujudkan dalam setiap langkah pengabdian profesi. Para apoteker muda diharapkan mampu menjaga integritas, etika, dan komitmen dalam menjalankan pelayanan kefarmasian di berbagai lini masyarakat. “Sumpah yang saudara genggam dalam hati tidak hanya di lisan. Kita harus memastikan bahwa apa yang kita sumpahkan benar-benar dapat diimplementasikan dalam kehidupan yang kita jalani,” pesannya dengan penuh penekanan. Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa dunia kesehatan, khususnya bidang farmasi, terus berkembang dengan sangat cepat. Oleh karena itu, para lulusan tidak boleh merasa cukup hanya dengan ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan. Semangat belajar sepanjang hayat harus menjadi karakter utama seorang apoteker profesional. “Adik-adik harus selalu meng-update keilmuan. Tidak boleh berhenti di sini saja,” tuturnya. Pesan tersebut menjadi refleksi penting di tengah tantangan dunia kesehatan modern yang menuntut tenaga profesional adaptif, kritis, dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kesehatan yang semakin dinamis. Seorang apoteker, menurut beliau, tidak hanya dituntut kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang humanis, aman, dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, Dekan FIKES UMM juga menanamkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab moral kepada seluruh lulusan sebagai representasi almamater Universitas Muhammadiyah Malang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap lulusan UMM adalah duta terbaik kampus yang harus menjaga nama baik institusi melalui sikap, etika, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama proses pendidikan. “Adik-adik merupakan lulusan UMM, berarti Anda adalah duta terbaik. Karena itu harus menjaga nilai sikap dan nilai-nilai keislaman yang sudah ditanamkan mulai dari masa pendidikan sampai sekarang,” ujarnya. Tak hanya berbicara mengenai profesionalisme dan akademik, beliau juga menyampaikan pesan menyentuh mengenai pentingnya bakti kepada orang tua. Di tengah keberhasilan meraih gelar profesi, para apoteker baru diingatkan agar tidak melupakan perjuangan dan doa orang tua yang menjadi bagian penting dari perjalanan mereka hingga mencapai titik ini. “Bakti kepada orang tua nomor satu,” pesan beliau singkat namun penuh makna. Kalimat tersebut sontak menghadirkan suasana emosional di dalam ruangan. Banyak peserta sumpah dan keluarga tampak terharu, menyadari bahwa keberhasilan akademik bukan hanya hasil usaha pribadi, tetapi juga buah dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga. Prosesi Sumpah Apoteker Angkatan XVI ini menjadi simbol dimulainya perjalanan baru para lulusan untuk terjun langsung ke dunia profesi. Dengan bekal kompetensi, nilai keislaman, dan pesan moral yang kuat dari para pimpinan fakultas, para apoteker baru UMM diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Acara berlangsung penuh khidmat hingga akhir, ditutup dengan sesi doa bersama dan foto bersama sebagai penanda lahirnya generasi apoteker baru yang siap mengabdi dengan ilmu, hati, dan tanggung jawab.