FIKES UMM Perkuat Tata Kelola Sarpras Berbasis Digital untuk Tendik dan Laboran

Pelatihan Digitalisasi FIKES UMM

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan akademik melalui transformasi digital di berbagai lini. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Tata Kelola Penggunaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Berbasis Digital yang diperuntukkan bagi tenaga kependidikan (tendik) dan laboran di lingkungan FIKES UMM. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya fakultas dalam membangun sistem pengelolaan sarpras yang lebih tertib, transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Dengan tata kelola yang terdigitalisasi, proses administrasi, peminjaman, monitoring penggunaan, hingga pelaporan sarpras diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, yang menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis dalam tata kelola institusi pendidikan tinggi. Beliau menyampaikan bahwa pengelolaan sarpras yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan berbagai kendala, mulai dari ketidaktepatan data, kesulitan pelacakan penggunaan, hingga kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas. Oleh karena itu, digitalisasi menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja tendik dan laboran sekaligus mendukung kualitas layanan akademik. “Penguatan tata kelola berbasis digital ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah pekerjaan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan tata kelola fakultas yang modern, transparan, dan akuntabel,” tegas beliau. Materi pertama bertajuk “Penguatan Tata Kelola Penggunaan Sarpras Kelas Berbasis Digital” disampaikan oleh Christian Sri Kusuma Aditya, dosen Fakultas Teknik UMM yang memiliki kepakaran di bidang sistem informasi dan digitalisasi manajemen. Dalam pemaparannya, Christian menyoroti pentingnya integrasi sistem digital dalam pengelolaan sarpras kelas, mulai dari pencatatan inventaris, sistem peminjaman berbasis aplikasi, hingga monitoring penggunaan fasilitas secara real time. Ia juga menjelaskan bagaimana penggunaan dashboard digital dapat membantu pimpinan fakultas dalam mengambil keputusan berbasis data (data-driven decision making). Selain itu, peserta diperkenalkan pada konsep paperless administration, penggunaan QR code untuk inventarisasi barang, serta sistem booking ruang kelas dan peralatan secara online yang mampu meminimalisir konflik jadwal dan meningkatkan optimalisasi pemanfaatan sarpras. Tidak hanya teori, sesi ini juga dilengkapi dengan simulasi penggunaan sistem digital yang memungkinkan peserta memahami alur kerja baru secara langsung. Materi kedua disampaikan oleh Fitri Kurniawati, tenaga tata usaha FIKES UMM, yang mengangkat tema “Digitalisasi Administrasi Tata Usaha dan Laboratorium”. Dalam sesi ini, Fitri memaparkan praktik baik (best practice) digitalisasi administrasi yang telah mulai diterapkan di lingkungan FIKES UMM, seperti pengelolaan surat menyurat berbasis digital, arsip elektronik, serta sistem pelaporan kegiatan laboratorium yang terintegrasi. Ia juga menekankan pentingnya standarisasi format dokumen digital, pengamanan data (data security), serta pengelolaan cloud storage untuk memastikan dokumen dapat diakses dengan mudah namun tetap terjaga kerahasiaannya. Bagi laboran, digitalisasi administrasi memberikan manfaat besar dalam pencatatan penggunaan alat, jadwal praktikum, stok bahan habis pakai, serta riwayat kalibrasi alat. Dengan sistem digital, pelaporan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah ditelusuri. Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta. Para tendik dan laboran aktif berdiskusi mengenai kendala yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan sarpras, seperti duplikasi data, kesulitan tracking peminjaman alat, hingga proses pelaporan yang memakan waktu. Melalui sesi praktik langsung, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba alur digitalisasi mulai dari input data inventaris, peminjaman sarpras secara online, hingga pembuatan laporan otomatis. Pendekatan ini dinilai sangat membantu karena peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem tata kelola sarpras yang terintegrasi di lingkungan FIKES UMM. Dengan adanya digitalisasi, fakultas dapat: Meningkatkan efisiensi administrasi Meminimalisir kesalahan pencatatan Mempercepat proses pelaporan Mengoptimalkan pemanfaatan sarpras Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Selain itu, digitalisasi juga mendukung visi FIKES UMM dalam membangun ekosistem kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memperkuat budaya kerja profesional di kalangan tendik dan laboran. Sebagai penutup, kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi akan ditindaklanjuti dengan implementasi sistem digital secara bertahap, pendampingan teknis, serta evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan program. Melalui kegiatan ini, FIKES UMM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan tata kelola sarpras yang modern, efektif, dan berbasis teknologi digital, guna mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan praktikum bagi seluruh sivitas akademika.