Penguatan AIK dan SDM Jadi Pilar Ketangguhan FIKES UMM di Raker 2026
BATU – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama menuju fakultas yang tangguh dan berdampak. Hal ini mengemuka dalam Rapat Kerja FIKES UMM 2026 yang diselenggarakan di Amarta Hill, Kota Batu, dengan menghadirkan narasumber Dr. Faridi, M.Si., Kepala Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia dan AIK UMM yang mewakili Bidang V UMM. Dalam paparannya, Dr. Faridi menekankan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga profesional, tetapi juga sebagai lembaga dakwah sekaligus cagar budaya. “FIKES UMM harus mampu memadukan keunggulan akademik, kekuatan nilai AIK, dan pengembangan SDM yang berkelanjutan. Ketiganya bukan berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu ekosistem yang saling menguatkan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa penguatan AIK tidak cukup dilakukan secara simbolik atau administratif, melainkan harus menyentuh aspek struktural dan kultural. Secara struktural, nilai AIK harus terintegrasi dalam kebijakan, tata kelola, dan sistem kerja fakultas. Sementara secara kultural, AIK perlu hidup dalam perilaku sehari-hari sivitas akademika, mulai dari etos kerja, integritas, hingga pola interaksi profesional. Landasan penguatan tersebut merujuk pada QS. Ali Imran ayat 110, visi-misi UMM, Catur Dharma PTMA, serta Risalah Islam Berkemajuan. Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam core values UMM yang dikenal dengan akronim IIIMAN: Ihsan, Itqan, Amanah, Maiyah, Nazahah, yang menjadi standar moral sekaligus etos kerja bagi seluruh warga kampus. “Ihsan mendorong kualitas kerja terbaik, Itqan menuntut profesionalitas dan ketuntasan, Amanah menguatkan kejujuran dan tanggung jawab, Maiyah menumbuhkan kebersamaan, dan Nazahah menjaga integritas dari hal-hal yang tidak diridhai Allah. Ini bukan konsep normatif, tetapi harus menjadi budaya kerja,” tegasnya. Dr. Faridi juga menyoroti pentingnya pola kerja berbasis nilai dalam membangun ketangguhan institusi. Menurutnya, pengembangan SDM tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualifikasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan loyalitas kelembagaan. Dengan demikian, dosen dan tenaga kependidikan tidak sekadar kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki komitmen ideologis terhadap Muhammadiyah. Raker FIKES UMM 2026 ini menjadi momentum reflektif sekaligus strategis bagi fakultas dalam merumuskan program kerja ke depan. Dekan FIKES UMM dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa penguatan AIK dan SDM akan menjadi arus utama dalam setiap kebijakan fakultas, termasuk dalam pengembangan kurikulum, penelitian berdampak, pengabdian masyarakat, serta tata kelola organisasi. “FIKES Berdampak tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi masyarakat yang dilandasi nilai-nilai Islam berkemajuan. SDM yang unggul dan berkarakter menjadi kunci,” ungkapnya. Suasana Raker yang berlangsung di Amarta Hill, Batu, juga menghadirkan ruang dialog dan refleksi kolektif antar pimpinan program studi, dosen, dan tenaga kependidikan. Diskusi tidak hanya membahas target kinerja, tetapi juga strategi internalisasi nilai AIK dalam budaya kerja sehari-hari, termasuk melalui pembinaan, mentoring, dan penguatan komunitas akademik berbasis nilai. Dengan arah kebijakan tersebut, FIKES UMM optimistis mampu menjadi fakultas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara ideologis dan berdaya saing global. Penguatan AIK dan pengembangan SDM diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kampus berdampak yang memberikan manfaat luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.