FIKES UMM Benchmarking ke 3 Universitas Top Thailand, dan Pengma di 3 Lokasi Strategis

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) terus memperluas jejaring akademik dan pengabdian masyarakat (Pengma) di kancah internasional. Dalam kunjungan ke Thailand, FIKES UMM melakukan benchmarking ke tiga universitas ternama, yaitu Chulalongkorn University, Mahidol University, dan Royal Thai Airforce Nursing College, guna meningkatkan mutu pendidikan dan riset di bidang kesehatan. Selain itu, tim FIKES UMM juga melaksanakan pengabdian masyarakat di tiga lokasi strategis, yakni Paguyuban Pengajian Thailand, komunitas lansia di Chulalongkorn University, dan Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam bidang kesehatan serta memperkenalkan budaya Indonesia di komunitas internasional. Benchmarking bertujuan untuk meningkatkan kualitas akademik melalui kolaborasi internasional. Rombongan FIKES UMM dipimpin langsung oleh Dekan FIKES UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom. Ia beserta jajaran dosen dan mahasiswa, mengunjungi tiga institusi pendidikan kesehatan terkemuka di Thailand. Pertama ke Chulalongkorn University yang merupakan universitas terbaik di Thailand. Kampus ini menjadi destinasi pertama benchmarking. Tim FIKES UMM bertemu dengan akademisi dari Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat untuk membahas inovasi riset kesehatan berbasis komunitas, sistem layanan kesehatan masyarakat, serta metode pembelajaran berbasis teknologi. Benchmarking kedua ke Mahidol University, yang merupakan kampus pusat keunggulan pendidikan kedokteran dan kesehatan di Asia. Delegasi FIKES UMM mendapatkan wawasan tentang metode pembelajaran interdisipliner, strategi pengelolaan rumah sakit pendidikan, serta potensi kerja sama dalam riset dan pertukaran akademik. Kunjungan perbandingan ketiganya ke Royal Thai Airforce Nursing College. Perguruan Tinggi ini memberikan pengalaman unik dalam memahami pendidikan keperawatan dalam lingkungan militer, terutama dalam pelatihan perawat untuk situasi darurat dan kebencanaan. Dekan FIKES UMM, Prof Yoyok menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan standar akademik dan membangun kolaborasi dengan institusi kesehatan dunia. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan FIKES UMM memiliki kompetensi global. Kunjungan ini membuka peluang kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan riset yang lebih inovatif. Kami melihat banyak potensi untuk diadaptasi dalam sistem pendidikan kesehatan di Indonesia,” ujarnya. Sedangkan program pengabdian masyarakat ke Thailand mengemban misi untuk tanggung jawab sosial universitas, dengan saling berbagi ilmu dan budaya ke Thailand. Pengma pertama menyasar ke Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), dimana tim FIKES UMM memberikan penyuluhan tentang postur belajar yang benar kepada para siswa. Materi ini sangat penting untuk mencegah keluhan muskuloskeletal akibat postur duduk yang salah saat belajar. Sesi ini juga dilengkapi dengan praktik langsung mengenai cara duduk yang ergonomis dan peregangan ringan yang dapat dilakukan saat belajar agar tetap nyaman dan sehat. Pengma kedua menyasar paguyuban pengajian Thailand, tim FIKES UMM memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi pada masa menopause. Para peserta diberikan pemahaman mengenai perubahan hormon yang terjadi, cara menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa menopause, serta pencegahan penyakit yang sering terjadi di usia tersebut. Pengma ketiga membidik Komunitas Lansia di Chulalongkorn University. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga melatih keterampilan motorik halus serta memberikan pengalaman baru bagi para lansia di Thailand dalam mengenal seni batik sebagai warisan budaya Indonesia. Lawatan FIKES UMM ini sendiri sebagai upaya untuk mewujudkan pendidikan kesehatan bertaraf global. Seperti yang ditegaskan Dekan FIKES UMM, bahwa kegiatan ini bukan hanya memperkuat jaringan akademik, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen FIKES UMM dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat internasional. “Kami tidak hanya ingin belajar dari universitas terbaik di dunia, tetapi juga berbagi ilmu dan manfaat kepada masyarakat. Melalui benchmarking dan pengabdian ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” jelasnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi internasionalisasi FIKES UMM, yang menargetkan peningkatan kualitas akademik serta peran aktif dalam pengembangan kesehatan global. Ke depan, FIKES UMM berencana untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan internasional guna memperluas jangkauan inovasi dan kontribusi di dunia kesehatan. Dengan semangat “Dari Muhammadiyah untuk Dunia,” FIKES UMM terus berkomitmen untuk membangun generasi tenaga kesehatan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.