Prodi Fisioterapi FIKES UMM Lakukan Pengabdian Internasional di SIB Thailand, Edukasi Postur Belajar yang Benar

Fisioterapi-FIKES-UMM-edukasi-postur-belajar-yang-benar-kepada-siswa-SIB-Thailand.

Bangkok – Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah menjalankan program Pengabdian Internasional di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi terkait postur belajar yang benar serta etika dalam bercanda, dengan pendekatan berbasis keilmuan fisioterapi. Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Cyti Daniela Aruan menyampaikan, rasa terima kasih atas materi yang disajikan. Ia menilai, topik yang diangkat sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dosen fisioterapi UMM. Materi yang diberikan sangat penting dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga postur tubuh. Serta memahami batasan dalam bercanda,” seru Daniela, sapaan akrabnya, dalam keterangan resminya kepada SERU.co.id, Selasa (11/2/2024). Daniela menambahkan, siswa cenderung memilih posisi duduk yang nyaman, namun kurang memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan tubuh. Sebanyak 17 siswa kelas 1 dan 2 SIB menjadi partisipan dalam kegiatan ini. Salah satu fokus utama adalah postur belajar, yang memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. “Kebiasaan duduk yang kurang tepat dapat berpengaruh dalam jangka panjang terhadap kesehatan tulang belakang dan postur tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, mendapatkan edukasi langsung dari fisioterapis menjadi nilai tambah bagi mereka,” imbuh Daniela. Selain itu, materi tentang etika dalam bercanda juga menjadi perhatian utama. Salah satu contoh yang diangkat adalah bahaya prank menarik kursi saat seseorang hendak duduk. “Tindakan tersebut dapat menyebabkan jatuh dalam posisi duduk dan berisiko menimbulkan cedera serius. Termasuk kerusakan pada saraf tulang belakang,” tegasnya. Ketua Prodi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan mengatakan, bagian dari program edukasi, setiap siswa diberikan beberapa bekal. Yakni dapat mengukur postur tubuhnya sendiri, serta melakukan peregangan secara mandiri. Diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dalam menjaga kesehatan postur mereka sepanjang hidup. Dikemas dengan metode interaktif melibatkan permainan edukatif, sehingga siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Pendekatan ini, lanjut Dimas, tidak hanya membuat mereka lebih memahami materi yang disampaikan, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar menyenangkan. “Adanya program ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya postur tubuh dan etika dalam bercanda semakin meningkat. Sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian internasional ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat internasional,” tandas Dimas

Prodi Farmasi FIKES UMM Melakukan Ekspansi Internasional di Universitas Mahidol, Thailand

Prodi Farmasi FIKES UMM dan Mahidol University, Thailand

Pada tanggal 11 Februari 2025, pukul 13.00 hingga 15.30 WIB, anggota eksekutif Fakultas Farmasi, Mahidol University (MUPY), yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Sitaporn Youngkong, Wakil Dekan untuk Kemitraan Global dan Komunikasi Korporat, bersama dengan Assoc. Prof. Nantana Nuchtavorn, Asisten Dekan untuk Penelitian dan Inovasi, dan Dr. Thongtham Suksawat, Instruktur Mahidol International Pharmacy School (MIPY) secara resmi menyambut delegasi dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Republik Indonesia, bertempat di Ruang 606, Gedung Rajaratana. Delegasi UMM yang beranggotakan 18 orang, dipimpin oleh Dr. Nailis Syifa, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, mengunjungi MUPY dengan tiga tujuan utama: (1) untuk menjajaki potensi kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, dan manajemen kurikulum farmasi (program Thailand dan program internasional); (2) untuk belajar dan berbagi tentang wawasan tentang praktik-praktik terbaik MUPY dalam pendidikan farmasi dan pelatihan profesional; dan (3) untuk memperkuat dan memperluas kemitraan internasional di antara kedua institusi. Selama diskusi, kedua belah pihak menyatakan ketertarikannya terhadap kolaborasi potensial, termasuk pertukaran pelajar dan program pelatihan, peluang program pascasarjana, publikasi bersama, dan penyelenggaraan konferensi bersama. Setelah pertemuan tersebut, delegasi UMM menjelajahi fasilitas pembelajaran dan penelitian MUPY, termasuk Unit Fasilitas Penelitian Pusat, Pusat Ilmu Biofarmasi untuk Penuaan Sehat (BSHA), Pusat Penargetan Molekuler & Pengembangan Obat Terpadu (CMT-IDD), dan berbagai laboratorium pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga menanggapi Tujuan 4 SDG’s: Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup untuk semua, Tujuan 10: Mengurangi ketidaksetaraan di dalam dan di antara negara-negara, dan Tujuan 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan untuk memperkuat sarana implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.  

Benchmarking ke Thailand, Prodi Fisioterapi FIKES UMM Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Riset

Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Benchmarking di Departemen Fisioterapi Mahidol University, Thailand, pada Selasa (11/02/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik dan pengembangan keilmuan di tingkat internasional. International Benchmarking ini merupakan proses perbandingan standar akademik, metode pembelajaran, serta klinis dengan institusi pendidikan tinggi di Thailand. Tentunya ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi akademik di Program Studi Fisioterapi UMM. Kedatangan delegasi UMM disambut hangat oleh Dekan Faculty of Physical Therapy Mahidol University, Assoc. Prof. Dr. Jarugool Tretriluxana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan UMM kepada Mahidol University sebagai mitra akademik. Ia juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk berbagi informasi dan wawasan yang dapat mendukung pengembangan fisioterapi di UMM. Sementara itu, Wakil Dekan III UMM, Rakhmad Rosadi, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengundang para pakar fisioterapi dari Mahidol University agar dapat berkunjung dan berbagi keahlian di Program Studi Fisioterapi UMM. Kegiatan benchmarking ini menghasilkan sejumlah kerja sama strategis, terutama dalam penguatan Tridharma Perguruan Tinggi di tingkat internasional. Kesepakatan yang dicapai mencakup program pertukaran dosen untuk meningkatkan kolaborasi akademik dan riset. Penyelenggaraan kelas internasional bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan internasional. Dan kolaborasi penelitian berbasis klinis guna meningkatkan kualitas inovasi di bidang fisioterapi. Dengan adanya kerja sama ini, Program Studi Fisioterapi UMM semakin memperkuat eksistensinya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi secara internasional.