Cetuskan Ide Aplikasi Apetek Bagi Pasien Diabetes, Mahasiswa Farmasi FIKES UMM Raih Juara 1 LKTI Nasional

Cetuskan Ide Aplikasi Apetek Bagi Pasien Diabetes, Mahasiswa Farmasi FIKES UMM Raih Juara 1 LKTI Nasional

Helmin Trianita, mahasiswa Farmasi FIKES UMM angkatan 2022 menjadi juara dalam lomba LKTI Ilmiah Nasional. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Institus Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata dengan mengusung tema ‘Edukasi dan Peran Farmasi di Era Digital’ Helmin menjelaskan bahwa berbagai universitas yang mengikuti perlombaan ini dan kami mengajukan proposal yang berjudul “Diapotech App: Layanan Apoteker Mandiri Sebagai Upaya Pengoptimalan Swamedikasi Pasien Diabetes Melitus di Indonesia” Apa yang melatarbelakangi pembuatan essay tersebut? Helmin mengatakan bahwa kami melihat banyaknya masyarakat yang sudah menerapkan swamedikasi atau pengobatan diabetes secara mandiri dengan pengetahuan yang belum cukup baik, sehingga saya memiliki gagasan bagaimana jika membuat aplikasi yang dapat membantu masyarakat dalam melakukan swamedikasi. Aplikasi ini berisi pengetahuan seputar obat, konsultasi bersama apoteker, diet diabetes, pelayanan serta pemesanan obat dan lain lain. Tujuannya aplikasi ini untuk apa? Kami membuat aplikasi ini guna membantu penderita diabetes atau masyarakat yang sedang melakukan pengobatan secara mandiri supaya mendapatkan informasi yang valid berasal dari apoteker dan mendapatkan pengobatan yang sesuai. Manfaat apa yang akan diperoleh masyarakat dengan adanya aplikasi ini? Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat karena dapat digunakan dengan mudah dalam mencari informasi seputar obat, pelayanan dan pemesanan obat, pengingat minum obat dan lain lain. Sehingga, diharapkan aplikasi ini dapat membantu masyarakat dalam melakukan pengobatan secara mandiri dan meminimalkan atau bahkan menghindari kesalahan dalam penggunaan obat.

Dua dosen Keperawatan FIKES UMM Mendapatkan Grant Research dari Universiti Teknologi Mara Malaysia baru-baru ini. Kerjasama riset ini dicetuskan oleh pihak Prodi Keperawatan FIKES UMM dan Prodi Keperawatan Universiti Teknologi Mara Malaysia.

Dua dosen Keperawatan FIKES UMM Mendapatkan Grant Research dari Universiti Teknologi Mara Malaysia baru-baru ini. Kerjasama riset ini dicetuskan oleh pihak Prodi Keperawatan FIKES UMM dan Prodi Keperawatan Universiti Teknologi Mara Malaysia.

FIKES UMM memborong banyak hadiah dalam ajang mengikuti lomba-lomba memperingati Hari Kemerdekaan Ke 78 yang diselenggarakan oleh Universitas. FIKES UMM menyabet sebanyak empat juara dalam berbagai lomba, diantaranya lomba uncal balon, lomba taplak mumbul, taplak mumbul dan lomba estafet kardus. Seperti yang dijelaskan oleh Sugi Hartono, S.Sos, Kepala TU FIKES UMM bahwa kami menjuari beberapa jenis perlombaan yang diselenggarakan pihak kampus yang diantaranya sebagai juara 3 dalam lomba uncal balon, Juara 3 dalam lomba taplak mumbul, Juara 1 dalam lomba taplak mumbul, dan yang terakhir sebagai Juara 1 lomba estafet kardus. “Alhamdulillah pada peringatan HUT RI yang ke 78 teman teman staf Fikes mengikuti lomba lomba yng diadakan oleh UMM, dan dengan kerja keras dan kekompakan seluruh staf kita berhasil memenangkan beberapa lomba tersebut” terangnya “Harapan kami semoga ditahun mendatang kita lebih kompak dan bekerja keras lagi  untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan maksimal Saya ucapakan terima kasih kepada teman2 staf untuk kerja keras, kekompakan dan semangatnya untuk mengikuti semua kegiatan pada peringatan  HUT RI yang ke  78”, tambahnya

Dosen Keperawatan FIKES UMM Mendapatkan Grant Research dari Universiti Teknologi Mara Malaysia

Dosen Keperawatan FIKES UMM Mendapatkan Grant Research dari Universiti Teknologi Mara Malaysia

Dua dosen Keperawatan FIKES UMM Mendapatkan Grant Research dari Universiti Teknologi Mara Malaysia baru-baru ini. Kerjasama riset ini dicetuskan oleh pihak Prodi Keperawatan FIKES UMM dan Prodi Keperawatan Universiti Teknologi Mara Malaysia. Dosen tersebut diwakili oleh Ns. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, yang juga menjabat sebagai Dekan FIKES UMM dan Ns. Henny Dwi Susanti, M.Kep.,Sp.Kep.Mat., PhD, yang juga menjabat sebagai Wakil Deka 1 FIKES UMM. Program studi keperawatan menginisisasi joint research dan mendapatkan grant research dari Universiti Teknologi Mara Malaysia sebesar 10.000 RM. Joint Research ini akan dilakukan sampai dengan tahun 2024. Program grant ini merupakan  implementasi terhadap rencana strategi fakultas dan universitas yakni tercapainya recognisi internasional dan percepatan publikasi. Henny Dwi Susanti menjelaskan bahwa “Joint research ini merupakan implementasi terhadap rencana strategi fakultas dan universitas di tahap 2 yaitu international recognition. Di samping itu, program ini guna menambah knowledge dan wawasan penelitian terutama bagi fakultas ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKes UMM). “Ada 2 dosen keperawatan yang terlibat dalam kegiatan joint research ini yaitu Dekan FIKES Dr. Yoyok Bekti Prasetyo., MKep.Sp.Kep.Kom dan Wakil Dekan I FIKES Ns. Henny Dwi Susanti., MKep.Sp.Kep.Mat., PhD. Sementara itu ada 3 dosen yang terlibat dari UiTM Malaysia”. Selain itu mendapatkan grant riset tersebut, Bapak ibu dosen tersebut mendapatkan gelar kebangsaan dari negara Malaysia, tambahnya. Menurut Henny, Ibu asal dari Sidoarjo mengatakan bahwa riset yang akan dikembangkan terkait “the comparison of the need for guidance and conselling between nursing students UiTM Bertam and University Muhammadiyah of Malang Indonesia During Covid-19” atau dengan kata lain ingin meneliti tentang bagaimana perbedaan kebutuhan bimbingan dan konseling antara mahasiswa keperawatan UiTM Bertam dan Universitas Muhammadiyah Malang Indonesia Selama Covid-19″ “Manfaat penelitian ini agar menjadi dampak yang positif terhadap mahasiswa terkait dengan pemberian pelayanan saat mahasiswa melakukan praktik dan aplikasi asuhan keperawatan baik di komunitas maupun di rumah sakit. Dimana, mahasiswa akan lebih siap baik fisik maupun mental  dalam memberikan pelayanan kepada klien”, tandasnya Yoyok juga menambahkan bahwa hal ini sangat positif sekali ke depannya guna menunjang atmosfer internasional yang sudah kami rancang. Semoga hal-hal positif ini juga bisa menjadi trigger untuk mendapatkan grand yang lebih besar ke depannya dan juga mentrigger prodi lainnya yakni, fisioterapi dan farmasi agar menginsiasi juga dalam mendapatkan grant internasional.