Mahasiswa Asing Ners FIKES UMM Dari Suriname Lulus Dengan Predikat Cumlaude

Mahasiswa Asing Ners FIKES UMM Dari Suriname Lulus Dengan Predikat Cumlaude

Mahasiswa Asing Ners FIKES UMM yang berasal dari Negara Suriname lulus dengan menyandang predikat Cumlaude. Mahasiswa tersebut bernama Roihanah Anggun Firdaus. Mahasiswa tersebut menempuh pendidikan sejak sarjana keperawatan sampai ners di FIKES UMM. Dalam penyampaian kesan dan kesannya saat prosesi sumpah ners, Anggun menyampaikan bahwa perjuangan untuk menjadi ners sangatlah berkesan dan penuh perjuangan. Tugas membuat asuhan keperawatan membuat ia menjadi lebih profesional dan menempanya dalam memberikan asuhan kepada pasien. Mahasiswa yang tinggal di Capital Paramaribo, Suriname tersebut juga menyampaikan bahwa “saya memilih UMM untuk kuliah karena memiliki dasar islam. Kemudian, UMM memiliki track record yang bagus dikancah internasional”. Diakhir pidatonya, Anggun menyampaikan bahwa “saya berterima kasih kepada dosen-dosen keperawatan yang tidak hanya mendidik kami dalam hal memperdalam keilmuan tapi juga karakter dan akhlakul karimah”, tandasnya “Selamat juga kepada teman-teman yang telah menempuh berbagai ujian saat proses pembelajaran selama di klinik, semoga menjadi pembelajaran yang bermakna saat nanti kita bekerja di tempat masing-masing”, tutupnya

FIKES Akan Buka Peluang Lulusannya Bekerja Di Jerman

FIKES Akan Buka Peluang Lulusannya Bekerja Di Jerman

FIKES UMM akan membuka peluang baru untuk mengirimkan lulusannya bekerja di Negara Jerman. Pihak FIKES UMM melakukan diskusi lewat zoom meeting dengan pihak pengelola ketenaga kerjaan kesehatan. Hasil diskusi ini akan ditindaklanjuti untuk adanya fasilitasi lulusan FIKES UMM untuk pemantapan bahasa Jerman. Selanjutnya, penempatan kerja di Michels Kliniken, Berlin Jerman. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, Dekan FIKES UMM menjelaskan dalam diskusi tersebut bahwa lulusan FIKES UMM baik farmasi, keperawatan dan fisioterapi akan kami siapkan ke Jerman. Sementara ini kami masih melakukan penjajakan, belum matang dalam konsep regulasinya. Salah satu tujuan yang harus dicapai ke depannya adalah tidak mau tidak harus memperbaharui kurikulum kita untuk pengembangan bahasa Jerman di kelas. Sehingga, Lulusan mencapai standar yang disyaratkan oleh pihak Jerman, baik syarat minimal bahasa jerman dan Kompetensi. Bapak asal banyuwangi tersebut juga menambahkan bahwa kita juga memiliki bonus demografi yang sangat tinggi, sehingga kita memiliki pemuda-pemuda yang banyak. Oleh sebab itu, ini merupakan kesempatan kami dalam menanggapi kesempatan kerjasama ini.   Michael scheider, selaku konsorsium rumah sakit dan klinik di Jerman menjelaskan bahwa kami menawarkan kerjasama untuk memberikan kesempatan pada lulusan UMM untuk peluang kerja di Jerman, yang akan ditempatkan di Michels Kliniken. Rumah sakit tersebut tepatnya berada di daerah Berlin. “Michels Kliniken ini memiliki keunggulan dalam perawatan neurologis dan lansia”, jelasnya Menurut Michael jika selama ini, ia sudah terjalin kerjasama dengan philipina. Lalu, saat ini kami akan mencoba kerjasama dengan indonesia. Adapun syarat yng diperlukan adalah minimal bahasa jerman B2 level. Kemudian, Pihak jerman akan memfasilitasi kurikulum yang sesuai dengan standar eropa dan kursus bahasa jerman sampai level standar, katanya Kami akan senang jika UMM menjadi partner kami untuk menyalurkan lulusannya ke Jerman. Sementara ini, Kami sangat membutuhkan ribuan perawat dan fisioterapi disini. Untuk farmasi, mungkin kami akan informasikan selanjutnya, tuturnya