Internasionalisasi Prodi Fisioterapis, FIKES UMM Jajaki Kerjasama 4 Negara

Jelang menuju dies natalis prodi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) ke-57 puncak acara seminar internasional 13-14 November mendatang terus disiapkan. Ketua pelaksana seminar internasional Rakhmad Rosadi, SST, FT, MSc.PT, mengungkapkan seminar ini melibatkan 7 nara sumber dari luar negeri bertemakan Discovering Recent Approaches In The Field Of Neuroscience And Brain Disorders. Rakhmad mengatakan hingga sekarang jumlah peserta seminar sudah tembus 400 orang dengan rincian 300 dari fisioterapis dan mahasiswa seluruh Indonesia dan 100 orang berasal dari luar negeri. Peserta luar negeri meliputi Malaysia, Provincial People’s Hospital, Kyoto University, University Srinakharinwirot, dan Yonsei University. “Alhamdulillah peserta yang mengikuti selain dari Indonesia sangat banyak sekali bahkan mencapai ratusan. Selain itu dalam seminar internasional kami juga membangun kerja sama dengan institusi yang menjadi pembicara kami ada 6 negara lain salah satunya bentuk kerja sama dengan UiTM Malaysia untuk jangka pendek ini,” ujar Rakhmad. Dilanjutkan Rakhmad bahwa Prodi Fisioterapi Fikes UMM proses komunikasi dalam perwujudan kerjasama bersama negara Malaysia dalam rangka pertukaran visiting professor atau bisa disebut pertukaran dosen yang akan dilaksanakan bulan Januari dan Februari nanti. Tidak hanya Malaysia, termasuk Thailand dan Korea Selatan juga dijajaki kerja sama dengan Prodi Fisioterapis UMM ini. Seperti di Universitas Chiang Mai yang dimana menjadi satu satu nya komunitas fisioterapis di ASEAN nanti akan mencoba kerjasama dalam bentuk pertukaran pelajar dan dosen. Selain itu, tambah Rakhmad di Universitas Yonsei sendiri pihak Fisioterapis UMM ikut terlibat dalam penelitian pembuatan mesin robotik untuk pasien stroke dan yang terakhir di Taiwan untuk kerja sama berupa beasiswa bagi dosen Fisioterapis UMM. “Untuk itu kami terus melakukan proses pendekatan untuk jangka pendek nanti dan tentu berharap juga agar di bulan Januari hingga Februari nanti tidak ada gelombang baru covid-19 ini. Setelah seminar internasional kami ingin pertukaran nantinya tidak hanya di kalangan mahasiswa saja melainkan dosen pun juga harus. Jika nanti situasi mulai tidak memungkinkan maka kami sudah mensiapkan konsep yaitu sistem pembelajarannya akan dilakukan secara daring kelas bersama,” tandas Rakhmad. Rakhmad mengungkapkan perkembangan positif dilanjutkan kerjasama secara luring, dikarenakan dalam proses luring nanti setiap pihak akan merasakan pengalaman langsung ketika berada di laboratorium dan lain sebagainya. Harapannya dengan adanya kerja sama ini sekaligus ingin menginternasionalkan Fisioterapis UMM karena pada tahun ini juga prodi Fisioterapi juga terdapat mahasiswa internasional dari Saudi Arabia.
Guna Menjaga Mutu, FIKES UMM Rutin Melakukan Kegiatan Audit Internal

FIKES UMM lakukan audit internal guna menjaga mutu dan kualitas FIKES UMM dan juga setiap program studi dilingkungan FIKES UMM. Kegiatan ini merupakan evaluasi capaian program di prodi dan fakultas. Audit dilakukan 2 badan sekaligus yaitu dari Badan Pengawasan Internal (BPI) dan Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI). Audit dihadiri oleh dekanat dan semua jajaran kaprodi dan sekprodi dilingkungan FIKES UMM. Audit dilaksanakan di ruang ICMI FIKES UMM (10 November 2021). Mas Dimas, Begitu sapaan akrabnya, Selaku pelaku Badan pengawas internal UMM, menyatakan kegiatan ini merupakan hal yang rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan audit terhadap unit kerja dan unit kegiatan yang dipandang perlu atas dasar persetujuan Pimpinan Universitas. Mendisain ulang sistem pengendalian internal unit kerja dan unit kegiatan. Membantu terlaksananya sistem pengendalian internal unit kerja dan unit kegiatan, melalui pemantauan, pelaporan, pelatihan, Pendampingan, dan pendampingan. Selama kurun waktu 2 tahun ini, FIKES UMM hasil auditnya sangat baik. FIKES UMM bahkan pernah menyabet penghargaan masuk 3 besar dalam tata kelola keuangan se-UMM. tambahnya. Adapun Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI), diwakili oleh Dr. Atok, MPd, mengatakan bahwa BPMI disini agar terjaga kualitas FIKES UMM. Adapun yang perlu dijaga kualitasnya adalah penyelenggarakan pendidikan, pengabdian dan penelitian. Apalagi FIKES ini sudah melahirkan dua prodi yang sudah terakreditasi A. Dan tentunya dengan adanya audit rutin ini dapat memacu agar menjadi unggul dan prodi yang lain dapat menyusul menjadi terakreditasi A. Dr, Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, Dekan FIKES UMM menaruh harapan besar bahwa FIKES UMM menjadi fakultas good governance dengan capaian yang maksimal pada capaiaan program-programnya seperti, meningkatnya produktivitas dosen, mahasiswa lulus tepat waktu dan prestasi mahasiswa. (editor: zq)
Merangkai Asa Corporate Culture, FIKES UMM Siap Memiliki Tata Kelola Yang Baik

Fikes UMM harus Membangun Asa untuk mencapai corporate culture yang sehat dan dinamis serta harus memiliki tata kelola yang baik. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si dalam rapat koordinasi struktural FIKES UMM yang dilakukan di Ruang Rapat ICMI (10 November 2021). Rapat dihadiri oleh seluruh jajaran struktural baik tingkat dekanat, prodi, Koordinator Humas, Koordinator Tekma dan kepala laboratorium. Bapak Nazar, Selaku Warek II UMM memberikan arahan bahwa agar FIKES UMM menjadi lebih baik ke depannya harus memiliki tata kelola yang baik. Tata kelola tersebut salah satu yang paling penting adalah masalah sumber daya manusia, baik dosen maupun karyawan. Dosen harus ada akselerasi untuk cepat sekolah doktoral dan juga akselarasi dalam peningkatan kepangkatan funsional. Sedangkan Karyawan, Harus di upgrade keilmuannya agar mendapatkan lisensi berupa sertifikasi. Selain itu, Dosen harus selalu bersinergi dengan karyawan dalam melakukan pembinaan lingkungan dalam menata kelola organisasi. Sehingga, organisasi dapat tumbuh lebih cepat dan memiliki ritme kerja yang cepat, imbuhnya. FIKES UMM juga merupakan ujung tombak dalam menciptakan peningkatan kesehatan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, UMM akan mengupayakan adanya integrasi antara FIKES UMM dan juga RS UMM. Dosen keperawatan, dosen farmasi dan juga dosen fisioterapi dalam mengaplikasikan keilmuannya dengan memberikan asuhan pada pasien di RS UMM. selain itu, UMM akan membagun prasana klinik baru di Kampus 1 UMM guna memfasilitasi lahan praktik dosen dan juga mahasiswa. Klinik tersebut akan dibangun tahun 2022, tambahnya. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M, Kep., Sp. Kom, Dekan FIKES UMM mengatakan FIKES UMM menyambut baik kabar baik tersebut. Hal ini berkaitan dengan upaya dalam mencapai visi misi FIKES UMM yang berbasis komunitas dan klinik. Dengan adanya fasilitas tersebut, maka FIKES UMM semakin memberikan peluang terbuka dalam mengaplikasikan keilmuan secara profesional dan pengalaman sebagai dasar pengembangan kurikulum di FIKES UMM. (editor: zq)