Teliti Untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat HIV, Mahasiswa S1-Farmasi FIKES UMM Tembus Scopus
Mahasiswa S1-farmasi FIKES UMM hasil riset skripsinya terpublikasi di jurnal internasional bereputasi, terindeks scopus. Mahasiswa atas nama Dimas Setyadi Putra, merupakan mahasiswa S1 Farmasi tingkat akhir. Riset yang dipublikasikan merupakan hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhirnya. Skripsi tersebut lewat arahan atau dibimbing oleh Ibu Rizka Novia Atmadani dan Ibu Ika Ratna Hidayati. Menurut Dimas, Penelitiannya tercetus karena terdapat prevalensi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang terus meningkat setiap tahun dan menjadi masalah global yang serius. Sedangkan, Antiretroviral (ARV) merupakan terapi bagi ODHA yang harus dikonsumsi seumur hidup untuk menghambat virus HIV/AIDS dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Oleh karenanya, kepatuhan menjadi fokus utama dalam menjalankan terapi ARV tersebut. Tujuan penelitian Dimas adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan HIV/AIDS terhadap tingkat kepatuhan penggunaan obat ARV. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Dinoyo Kota Malang, Imbuhnya. Kesimpulan yang dapat dipetik dalam penelitian ini adalah bahwa kebanyakan orang dengan HIV tidak memiliki pengetahuan yang cukup baik, sehingga mereka tidak patuh untuk minum obat antivirusnya. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi yang tepat pada pasien HIV agar pemahaman mereka meningkat, dengan harapan kepatuhan meminum obatnya juga meningkat. Alasan kepatuhan meminum obat penting karena hal itu dapat memperpanjang masa hidup dan juga meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV, tambahnya. (Editor:Zq)
Mahasis Farmasi FIKES UMM, Menangkan Best participant Dalam Ajang Internasional Asosiasi Farmasi

Mahasiswa FIKES UMM menjadi peserta terbaik dalam acara International Summer School. Mahasiswa tersebut diwakili oleh mahasiswa farmasi Annisa Berliana Dewi angkatan 2018. Perhelatan acara tersebut diselenggarakan oleh Association of Indonesian Pharmacy Higher Education (AIPHE = APTFI) Korwil I. International Summer School sukses terselenggara dari tanggal 23 – 26 Agustus 2021 Summer school ini diperuntukan bagi mahasiswa sarjana jurusan farmasi. Sekolah musim panas ini diharapkan dapat mengumpulkan 100 siswa asing dan 900 siswa lokal. Tema utama sekolah musim panas ini adalah “Pemanfaatan Jamu Sumatera Sebagai Imunomodulator” membawa Anda mengenal Tanaman Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera. Tanaman ini dapat dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Program kami meliputi: kuliah bahan alam, kursus eksperimental di laboratorium, kunjungan laboratorium, seni dan budaya, dan kunjungan virtual rumah sakit. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari berturut-turut ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari dalam negeri. Setidaknya ada 16 negara yang bergabung menjadi peserta baik mahasiswa maupun dosen, sebut saja antara lain negara Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapore. Menurut Annisa, sebutan akrabnya mengatakan Annisa memenangkan kategori Best participant sebab memperoleh nilai post test tertinggi dibandingkan dengan peserta yang lainnya. Saya memenangkan peringkat pertama, kemudian juara yang kedua juga berasal dari Indonesia, sedangkan peringkat ke tiga berasal dari Malaysia. Tanaman tanaman potensial yang berasal dari sumatera yang memiliki aktivitas immonomodulator, selain itu tanaman-tanaman herbal tersebut memiliki mekanisme aksi untuk menghasilkan efek immunodulator, sehingga harapannya dapat diteliti lebih jauh terutama untuk pengobatan covid-19. Salah satunya adalah curcuma longa atau kunyit, pada bagian rimpangnya, kandungan curcuminnya terbukti menstimulasi respon imun humoral secara in vivo dan curcumin juga terbukti berperan penting dalam proses inflamasi dan gangguan metabolik. Selain kunyit, Sumatera memiliki tanaman native Andrographis paniculata atau sambiloto, yang berfungsi untuk menekan faktor faktor inflamasi seperti PGE2, COX, tambahnya.