ELECTRONIC HOUSE CALL, Mahasiswa Fikes UMM Menjadi Juara 1 Dalam Lomba Essay Nasional Keperawatan

Mahasiswa Fikes UMM Menjadi juara 1 dalam ajang lomba essay nasional keperawatan bulan November ini. Mahasiswa atas nama Sania Umazatul Amsa merupakan mahasiswa Jurusan Keperawatan semester 5. Menurut Sania, sapaan akrabnya, mengatakan ide tersebut karena melihat keprihatinan terhadap kecemasan dan ketakutan masyarakat dalam berobat ke rumah sakit. Kecemasan dan ketakutan itu dikarenakan maraknya wabah covid 19. Jika ini dibiarkan, maka angka kematian bisa meningkat sebab orang misalnya dengan penyakit jantung tanpa ditangani di RS maka pasien tersebut bisa tidak tertolong karena tidak tertangani oleh tenaga kesehatan. Selain itu, walaupun pihak rumah sakit berupaya menerapkan protokol kesehatan yang sesuai serta memisahkan pasien isolasi covid-19 dengan pasien umum. Serta, himbauan demi himbauan juga dilakukan pemerintah agar masyarakat tidak takut berobat ke rumah sakit. Namun, fakta yang terjadi hingga tujuh bulan terjadi pandemi covid-19 di Indonesia, masyarakat tetap tidak mau berobat ke rumah sakit, tambahnya. Sebagai contoh kasus yang telah terjadi di salah satu rumah sakit Tulungagung. Rumah sakit di Tulungagung mengalami penurunan pada kunjungan pasien yang melakukan pemasangan ring jantung. Jika biasanya sebanyak 30 orang pasien melakukan pemasangan ring namun hanya 5 orang yang tetap melakukan operasi saat di masa pandemi. 25 orang yang seharusnya melakukan pemasangan ring kemungkinan besar memilih tidak melakukannya karena ketakukan akan terpapar covid-19 yang dapat memperparah penyakit yang dialami. Tindakan pengobatan seharusnya tidak dihentikan pasien walaupun di masa pandemi karena dapat menyebabkan pasien terkena serangan jantung, jelanya. Oleh sebab itu, Pemerintah harus dengan cepat mengatasi permasalahan ini agar dapat mengurangi tingkat kematian pasien non covid-19 dan segera fokus mengatasi masalah pandemi covid-19. Alternatif yang dapat dilakukan pemerintah saat masa pandemi dengan menggunakan fasilitas kesehatan electronic house call berbasis telemedicine, tambahnya. “Electronic House Call Berbasis Telemedicine merupakan metode pelayanan kesehatan kunjungan rumah yang menggunakan teknologi dan internet untuk menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode ini sangat cocok digunakan pada masa pandemi seperti sekarang ini. Pasien yang harus melakukan kontrol rutin ke rumah sakit setiap bulannya namun takut akan terpapar virus covid-19, tidak perlu khawatir karena metode ini tidak mengharuskan pasien untuk datang ke rumah sakit”, Jelasnya. “Metode ini membutuhkan laptop yang terinstal software, internet dan monitor vital sign. Sebelum melakukan konsultasi melalui video call, pasien harus melakukan kontrak waktu dengan petugas kesehatan karena pasien tidak dapat langsung melakukan video call untuk mencegah kelebihan sistem perawatan. Namun, apabila dalam keadaan darurat pasien dapat menghubungi langsung dengan memilih icon emergency untuk mendapatkan sistem pelayanan 24 jam yang langsung terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat”, tandasnya. Kaprodi Keperawatan, Nurlailatul Masruroh, menambahkan, sistem ini sangatlah futuristik dan merupakan solusi dalam jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. saya kira harusnya setiap rumah sakit harus sudah memikirkan hal ini guna mengurangi dampak kecacatan dan keamtian yang semakin tinggi.