Olahraga Dapat Mencegah Atropi pada Otot dan Juga COVID-19

Orasi yang disampaikan oleh ibu Aini, dosen fisioterapi dalam acara yudisium FIKES UMM periode 3 mengambil tema tentang Pentingnya olah raga bagi kesehatan tubuh tak bisa dielakkan lagi.

Orasi yang disampaikan oleh ibu Aini, dosen fisioterapi dalam acara yudisium FIKES UMM periode 3 mengambil tema tentang Pentingnya olah raga bagi kesehatan tubuh tak bisa dielakkan lagi. Dengan berolah raga, tubuh kita bisa fit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Yudisium kali ini menggunakan pendekatan dua metode, ada sebagian yang daring dan luring. Daring dilakukan melalui zoom meeting dan youtube live streaming. Ibu Aini mengatakan, orang jika tidak rajin olah raga atau malas bergerak dapat meningkatkan resiko diabetes dan penyakit jantung. jika tubuh kita selama 2 minggu tidak beraktivitas dapat mengakibatkan berbagai hal buruk seperti, penurunan fungsi jantung dan pernafasan, penurunan kerja hormon insulin, penurunan kekuatan otot bahkan dapat mengakibatkan depresi dan gangguan emosi. “aktivitas fisik sangatlah bermanfaat bagi tubuh, diantaranya dapat meningkatkan kekuatan otot pernafasan sehingga tidak mudah terserang covid-19 dan juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita, yang berfungsi untuk melawan virus covid-19” jelasnya. “aktivitas fisik yang dianjurkan selama kita lock down di rumah diantaranya melakukan olah raga lewat kelas online, menari dengan diiringi musik, main video game yang membutuhkan pergerakan fisik dan juga bisa lompat tali” Prof Nursalam, Ketua PPNI Jatim, selaku tamu undangan yudisium, menambahkan bahwa aktivitas fisik dibutuhkan agar kondisi tubuh kita selalu terjaga sehingga tidak mudah terserang penyakit, utamanya saat ini adalah covid-19.

FIKES UMM Dorong Percepatan Kepangkatan

FIKES UMM mendorong dalam percepatan kepangkatan, mulai dari asisten ahli smpai ke lektor kepala. Dorongan tersebut dilakukan dengan cara melakukan pembimbingan secara langsung dan dosen harus sudah menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan. 

FIKES UMM mendorong dalam percepatan kepangkatan, mulai dari asisten ahli smpai ke lektor kepala. Dorongan tersebut dilakukan dengan cara melakukan pembimbingan secara langsung dan dosen harus sudah menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan. Bapak Sobrun Jamil, Selaku Wadek 2 mengatakan FIKES memiliki potensi yang cukup besar menyumbang SDMnya (Dosen) yang memiliki kepangkatan ke universitas. hal ini berguna sekali dalam proses akreditasi dan perangkingan universitas. Saat ini, FIKES UMM sudah memiliki 4 lektor kepala dan 5 lektor dan yang lain asisten ahli. “saat ini kami masih fokus dalam percepatan kepangkatan bagi dosen yang masih tenaga pengajar, namun sebulan lagi akan ada pemantapan lagi bagu dosen-dosen yang ingin meningkatkan jabatan fungsionalnya menuju lektor dan kepala lektor”, tambahnya. Bapak Sidik, Wakil Rektor IV, menambahkan jabatan fungsional atau jabfung ini sangatlah penting, ibarat jika mengemudi kendaraan, maka Jabfung itu seperti SIM. sehingga, jika dosen tidak punya SIM maka dapat ditilang atau dapat peringatan dari DIKTI. Oleh sebab itu, UMM sangat mendukung sekali program yang dicanangkan oleh FIKES UMM dalam mempercepat pengurusan kepangakatan bagi dosen-dosennya. PROSES BIMBINGAN DAN PENGARAHAN JABFUNG Faqih Ruhayanudin, Dekan FIkes UMM, menambahkan Jabfung yang cukup mumpuni dapat menambah kepercayaan masyarakat kepada FIKES UMM untuk menyekolahkan anak-anak mereka disini, karena dipandang kualified dalam pengajarannya. Selain itu, Dosen Fikes UMM sangatlah tinggi dalam publikasi jurnal internasionalnya, sehingga sebetulnya tidak ada alasan bagi dosen kita untuk tidak menjadi profesor nantinya.

Mahasiswa FIKES UMM Mengelola Ikan Tuna Menjadi Frozen Food Siap Saji

Mahasiswa FIkes UMM melakukan pengabdian masyarakat dengan cara berbagi info dalam mengelolaan ikan tuna di Maluku. Ikan tersebut diperuntukkan untuk dapat dikonsumsi secara cepat dengan cara di bekukan.

Mahasiswa FIkes UMM melakukan pengabdian masyarakat dengan cara berbagi info dalam mengelolaan ikan tuna di Maluku. Ikan tersebut diperuntukkan untuk dapat dikonsumsi secara cepat dengan cara di bekukan. Yunita Maulaningsih, perwakilan dari mahasiswa Ilmu Keperawatan angkatan 2017, menyatakan jika saat ini sedang melaksanakan Kegiatan KKN_PMM di desa Babang kec. Bacan Timur Kab. Halmahera Selatan Maluku Utara. Disini saya hanya Individu dalam melakukan kegiatan tersebut maka dari itu dengan adanya dukungan dari pihak desa setempat dan masyarakat sehingga muncul ide baru untuk memanfaat hasil Laut yang ada, jelasnya “Di Maluku utara tepatnya di Kabupaten Halmahera selatan hasil laut ikan tuna dan cakalan sangat berlimpah bahkan sampai di ekspor ke eropa. Namun masyarakat setempat hanya memanfaatkan ikan sebagai lauk makan sehari hari. Masyarakat belum begitu paham dengan pengolahan ikan tuna sebagai makanan siap saji yang tanpa bahan pengawet dan bisa dibuat sendiri itu bagaimana. Maka dari itu memulai dengan hal2 kecil yang mungkin bisa diperkenalkan di masyarakat dengan adanya pemberdayaan ke masyarakat saat ini”, tambahnya. Sulastri, yang juga anggota kelompok menambahkan bahwa menurutnya salah satu ikan yang menjadi primadona disana adalah ikan tuna. Ikan tuna dan cakalang/tongkol dijadikan komoditas makanan yang sehat karena memiliki kandungan protein dan omega 3 yang sangat tinggi. selain itu, Daerah Bacan ikan tuna tongkol diakui kesegarannya karena setiap hari selalu ada nalayan yang pergi memancing dilaut berhari hari dari hasil pancing itulah pihak perusahan mengolah dan menjadikan olahan tersebut untuk siap diekspor keluar negeri” Jelasnya.

Mahasiswa FIKES UMM Berikan Paket New Normal KIT pada Warga untuk Pencegahan COVID-19

Mahasiswa FIKES UMM melakukan pengabdian masyarakat lewat program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat atau yang disebut dengan PPM. program ini merupakan kegiatan intrakurikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa, dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa FIKES UMM melakukan pengabdian masyarakat lewat program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat atau yang disebut dengan PPM. program ini merupakan kegiatan intrakurikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa, dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Menurut Dinda, Mahasiswa FIKES UMM angkatan 2017, yang juga anggota Kelompok PMM 56 Gelombang 5. Kegiatan PMM kelompok kami ini, dilakukan di RT. 32 Kelurahan Damai Kota Balikpapan yaitu dengan membentuk Kampung Damai Siaga Covid-19. Salah satu kegiatannya yaitu melakukan penyuluhan door-to-door dikarenakan tidak memungkinkan untuk melakukan penyuluhan dengan mengumpulkan warga di satu tempat. “Penyuluhan yang dilakukan menekankan pada protokol kesehatan yang berlaku selama new normal di masa pandemi sekarang. Seperti penggunaan masker yang baik dan benar, cara membersihkan masker reusable , fakta dan mitos yang bisa menjadi hoax tentang covid-19 yang masih marak tersebar di media sosial’, Jelasnya Sulastri juga menambahkan bahwa “Kami mendapat dukungan penuh dari ketua RT setempat dikarenakan masih banyaknya warga yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah dan tidak melakukan jaga jarak. Dan kami juga memberikan paket new normal kit yg berisi 2 masker, handsanitizer dan vitamin c kepada warga yg sudah mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan informasi dari kami, selain itu pemberian paket new normal ini di harapkan dapat memfasilitasi masyarakat RT.32 ( Kampung Damai Siaga Covid-19 ) agar lebih siap menghadapi new normal. Sunardi, Selaku Wadek 3 mengatakan, program pencegahan penyebaran covid-19 di kegiatan PMM merupakan perwujudan UMM dalam program penanggulanagan covid-19 dan support pada pemerintah. Pencegahan yang terbaik adalah dengan cara meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga protokol yang dicanangkan oleh pemerintah dan WHO. Jelasnya.