Apa Itu Virus Corona (COVID-19)? Bagaimana Pencegahan dan Pengobatannya?

APA ITU VIRUS CORONA? Penyakit virus corona(COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus baru yang sebelumnya tidak dikenal pada manusia. Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan (seperti flu) dengan gejala seperti batuk, demam, dan radang paru-paru pada kasus yang lebih parah. Anda bisa menjaga diri dengan sering mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah. BAGAIMANA PENYEBARANNYA? Virus corona baru menyebar terutama melalui kontak dengan orang yang terinfeksi ketika mereka batuk atau bersin, baik oleh tetesan air liur atau keluarnya cairan dari hidung. BAGAIMANA TANDA DAN GEJALANYA COVID-19 memiliki gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Bagi sebagian orang, penyakit bisa lebih parah, dan dapat menyebabkan pneumonia atau kesulitan bernapas. Penyakitnya bisa berakibat fatal, namun kasusnya jarang, berdasarkan WHO dikatakan bahwa hanya 2% saja dapat menyebabkan kondisi fatal dan kematian. Orang lanjut usia dan orang dengan kondisi medis lainnya (mis., Asma, diabetes atau penyakit jantung) lebih rentan. BAGAIMANA PENCEGAHANNYA? Saat ini, masih belum ditemukan vaksin untuk pencegahan virus ini, namun kita dapat melakukan hal berikut ini agar tidak tertular dan menulari: 1. Cuci tangan lebih sering, bisa menggunakan sabun dan juga antiseptis 2. Jaga jarak dengan orang yang dicurigai terkena virus ini (minimal 1 meter/3 kaki) 3. Pakailah masker jika anda merasa punya gejala penyakit ini, jika bersin atau batuk di tutup dengan tisu atau lengan anda PENGOBATAN saat ini pengobatan virus ini belum cukup paten, namun jika pasiennya mengalami gangguan pernafasan akan diberikan alat bantu nafas jika anda mengalami gejala ringan karena terkena virus ini cukup perawatan diri saja seperti, istirahat dan tidur yang cukup, minum cukup air, menjaga kehangatan tubuh (pakai jaket atau berselimut), tetaplah dirumah dan tidak kontak dengan orang lain setidaknya 14 hari sampai gejalanya tidak ada. berikut video untuk pencegahan COVID-19 http://<iframe width=”853″ height=”480″ src=”https://www.youtube.com/embed/1APwq1df6Mw” frameborder=”0″ allow=”accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture” allowfullscreen></iframe>
Mendongkrak Publikasi Dosen Keperawatan, Prodi S1 Keperawatan FIKES UMM Mengadakan Klinik Jurnal Internasional Bereputasi

Program studi S1-Keperawatan FIKES UMM mengadakan klinik jurnal internasional bereputasi guna mendongkrak publikasi internasional terindeks scopus. Klinik ini di adakan selama dua hari, tanggal 13-14 Maret 2020. Menurut kaprodi S1 Keperawatan, Ns Nurlailatul Masruroh, MNS, klinik jurnal ini diadakan sesuai dengan arahan rektor UMM dan juga untuk menghadapi akreditasi 9 standar. Klinik jurnal ini diharapkan dapat meningkatkan pengembangan keilmuan setiap departemen keperawatan sesuai dengan roadmap penelitian yang sudah di rancang oleh program studi S-1 Keperawatan, imbuhnya. Kaprodi S-1 keperawatan berharap bahwa, setelah pelaksanaan klinik jurnal ini setidaknya ada satu jurnal terpublish di jurnal internasional bereputasi setiap departemen, tandasnya. Adapun klinik jurnal ini dihadiri oleh 2 perwakilan setiap departemen. Departemen yang terlibat adalah Departemen Komunitas, Anak, KMB, Managemen, Maternitas, KGD, Dasar dan Jiwa. Adapun pemateri yang memberikan klinik jurnal adalah Ns, Linlin Lindayani, PhD dari Universitas di Bandung yang sudah ekspert dalam hal publikasi jurnal. Dimana beliau sudah terbiasa tembus jurnal internasional Q1 terindeks Scopus.
FIKES UMM Latih Mahasiswa D3 Keperawatan Karakter Pelayanan Prima Islami

Dekan Fikes Faqih Ruhyanudin, M.Kep., S.Kep.MB (empat dari kanan) bersama kaprodi D3 Keperawatan, nara sumber, dan mahasiswa D3 keperawatan . Program D3 Keperawatan Fikes UMM (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang) melakukan evaluasi dengan mengadakan kegiatan bertema Pelatihan Kepribadian dan Pelayanan Prima Islami bagi mahasiswa angkatan 2018 tahun akademik 2019/2020. Acara yang bertajuk “Melayani dengan Hati” ini dibuka secara langsung oleh Dekan Fikes, Faqih Ruhyanudin, M.Kep., S.Kep.MB. didampingi Kaprodi D3 Keperawatan, Reni Ilmiasih, M.Kep., Sp.Kep.An. “Pelatihan kali ini sebagai bentuk evaluasi kami dari stakeholder dimana mahasiswa atau praktikan D3 Keperawatan ketika terjun ke lapangan belum menunjukkan perilakunya sesuai adab-adab Islam. Maka, kami akan selalu melakukan evaluasi sekaligus pelatihan pelayanan prima islami ini supaya bisa diterapkan mahasiswa ketika praktek di lapangan,” ujar Kaprodi D3 Keperawatan, Reni Ilmiasih, M.Kep., Sp.Kep.An. Reni-begitu nama panggilan Reni Ilmiasih- mengatakan internalisasi nilai-nilai islam di UMM seperti P2KK, AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan), serta Layanan Prima Islami (khusus prodi D3 Keperawatan) selain memberikan ilmu pengetahuan juga harus diimplementasikan pada kehidupan sebagai seorang perawat untuk memberikan pelayanan kepada pasien-pasiennya ketika bekerja. Sehingga, performa mahasiswa dan alumni D3 Keperawatan bisa menjadi kualitas dan ciri khas tersendiri dari segi perilaku dan tata krama menurut nilai-nilai Islam. Dekan Fikes UMM Faqih Ruhyanudin, M.Kep., S.Kep.MB, visi Fikes UMM mencetak perawat terkemuka, unggul, dan berakhlak karimah. “Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa semakin mendalami nilai-nilai Islam dan diinternalisasikan dalam bentuk perilaku saat praktek maupun bekerja. Mempunyai ciri khas berdasarkan nilai keislaman secara universal, terutama dalam keperawatan itu seperti kejujuran dan keikhlasan,” akunya. Di tempat yang sama, Faqih Ruhyanudin, M.Kep., S.Kep.MB, mengungkapkan sebagaimana visi dari Fikes UMM adalah mencetak perawat yang terkemuka, unggul, dan berakhlak (akhlakul karimah) sebagai penunjang kegiatan akademik untuk terus mengadakan pelatihan pelayanan prima islami. Tujuannya, selain menambah ilmu pengetahuan pelayanan secara islami, di antara mahasiswa sendiri menumbuhkan rasa kesalingan atau persahabatan. “Harapannya, mahasiswa D3 Keperawatan bisa memberikan pelayanan dari hati dan juga lebih percaya diri karena sebentar lagi menghadapi pasien di rumah sakit atau masyarakat. Perlu diingat, alumni Fikes adalah tenaga kesehatan yang berurusan langsung dengan jasa dan layanan prima kepada masyarakat,” pungkasnya.