PESMABA MENGHADIRKAN MENWA (Resimen Mahasiswa)

Rabu, 11 September 2019 21:23 WIB

Agenda PESMABA (Pengenalan Studi Mahasiswa Baru) Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang, pada hari ketiga yang bertanggal 4 September 2019 telah menghadirkan MENWA (Resimen Mahasiswa) dengan maksud kunjungan memberikan materi terkait wawasan kebangsaan dan bela negara.

 

Wildan Arif selaku pemateri hari ini memberikan rangkaian materi yang membangkitkan semangat para mahasiswa untuk menjadi bangsa yang kuat, serta memiliki mental yang kuat. Karena pentingnya wawasan kebangsaan dan bela negara ini bertujuan untuk menghadapi berbagai macam kompleksitas, seperti: terorisme, radikalisme, separatisme, kemiskinan, konflik horizontal dan vertical, serta narkoba.

 

Menurut Menhankam Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu tentang bela negara, bahwa mahasiswa sebagai komponen bangsa memiliki kesadaran untuk mengamankan dan melestarikan Pancasila sebagai jatidiri dan budaya bangsa dalam menjunjung tinggi aktualisasi nilai-nilai bela negara.

 

Saat ini, hubungan antara warga negara, bangsa, dan negara harus dibina harmonis, sehingga hubungan timbal balik antara hak dan kewajiban menjadi tanggung jawab dalam mewujudkan kelangsungan bangsa dan negara.

 

Nasionalisme Indonesia diwujudkan dalam bentuk pergerakan nasionalis sebagai bentuk kesadaran memperkokoh persatuan Indonesia oleh rongrongan diskriminatif yang tertindas, terkoyak jiwanya, terpecah belah dan usaha mengaburkan originalotas karakter berbangsa dan bernegara. Ciri nasionalisme Indonesia, yaitu:

  1. Bhineka Tunggal Ika
  2. Jiwa Luhur Pancasila
  3. Harkat, Martabat Berperikemanusiaan
  4. Solidaritas Budaya, Religi, Martabat Kehidupan, Menghormati Perbedaan
  5. Komunikasi Heteroginitas Bangsa

 

Wawasan kebangsaan dalam bela negara minimal didasari oleh membiasakan belajar disiplin, kerjasama dalam solidaritas, tanggung jawab dan membentuk pribadi yang unggul. Pentingnya wawasan kebangsaan dan bela negara dalan menghadapu kompleksitas masalah yang ada yaitu guna menjadikan bangsa yang kuat, melahirkan generasi yang cerdas, serta memiliki kualitas mental, ideologi serta jiwa kepemimpinan yang solid.

Shared: