FIKES UMM PRODUKSI HAND SANITIZER SENDIRI UNTUK MENCEGAH VIRUS KORONA

Selasa, 17 Maret 2020 22:37 WIB

Fikes UMM Produksi Hand Sanitizer, Aman Bagi Kulit Efektif Sebagai Antiseptik 2Langkah cepat langsung diambil oleh Laboratorium Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (Fikes UMM), untuk antisipasi meluasnya virus corona di lingkungan kampus. Salah satu upaya dilakukan yakni memproduksi hand sanitizer sendiri. “Awalnya ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat membuat hand sanitizer di wilayah kampus 2 UMM. Ternyata ada edaran rektor waspada corona salah satu programnya adalah penyediaan hand sanitizer. Nah, kami dari lab farmasi diamanahi membuat hand sanitizernya yang akan diletakkan di area kampus,” ujar formulator hand sanitizer lab farmasi Fikes UMM, Raditya Weka Nugraheni.

Fikes UMM Produksi Hand Sanitizer, Aman Bagi Kulit Efektif Sebagai Antiseptik 1Menurut Raditya-nama panggilan Raditya Weka Nugraheni-hand sanitizer ini akan ditempatkan di seluruh kampus UMM. Mulai kampus 1,2, dan 3 yang memang tempatnya berjauhan. Penempatannya bahkan hingga di lorong-lorong kampus, sehingga merata untuk karyawan dan mahasiswa.

 

Produksi hand sanitizer ini, lanjut Raditya ada dua macam. Yakni ukuran 250 ml sebanyak 750 botol dan ukuran kecil 50 ml (personal) sekitar 450 botol. Bentuk personal ini sudah selesai produksinya, dibagikan di fakultas sekitar 40 botol. Sekarang tersisa ukuran besar, akan ditempatkan di briket yang sudah disediakan. “Ini memang masih pengisian pertama, rencananya mungkin kalau habis ada proses refill. Jadi permanen diletakkan di briket,” akunya.  

Formulanya? Raditya mengungkapkan bahwa isinya sama dengan hand sanitizer yang beredar. Yakni komposisi bahan aktif alkohol 70 persen, hydrogen peroksida (H2O2) 0,5 persen, serta pelembab atau moisturizer kulit gliserin 5 persen. Bahan-bahan yang digunakan ini sesuai dengan jurnal yang ada dipastikan aman bagi kulit, serta efektif sebagai antiseptic.

Sementara itu, kepala produksi hand sanitizer lab farmasi Fikes UMM, Ferdiansyah, mengaku produksi hand sanitizer ini sudah seminggu lalu berlangsung. Setiap sore melakukan pengisian, pencampuran, dan desain juga dibantu oleh mahasiswa secara bergantian yang kebetulan mengambil skripsi di lab farmasi dan asisten lab farmasi. Jumlah keseluruhan tim produksi sekitar 15 orang sudah termasuk relawan mahasiswa.

Dijelaskan Ferdiansyah, seminggu lalu tim ini lebih fokus pada optimalisasi formula. Ketika sudah cocok maka langsung produksi. Saat ini akan dilakukan kembali produksi untuk refill. Produksi ini tentunya akan menunggu instruksi dari bagian umum UMM. Bahkan ketika keadaan tanggap darurat sudah normal kembali, lab fikes UMM tetap akan produksi untuk kepedulian menjaga gaya hidup bersih dan sehat.

Menariknya Ferdiansyah menyebutkan produksi hand sanitizer tahap awal ini sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 15 juta lebih. Sebab harga etanol melonjak beberapa kali lipat dari harga normal. Selain etanol, bahan baku yang sulit dicari adalah botol hand sanitizernya. (foto/editor: doni osmon

Sumber: MataHati

Shared: